SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Selamat Hari sumpah pemuda.
Mungkin sebagian dari kita lupa bahwa tiap tanggal 28 Oktober kita
memperingati hari Sumpah Pemuda dan mungkin sebagian dari kita
dari mata turun ke hati
Matahari telah tergelincir.
Seorang lelaki terlihat bersegera menuju masjid ketika adzan zuhur
dikumandangkan dari sebuah masjid kampus. Lelaki itu berwudhu dan menunaikan
shalat nawafil. Lalu ia menjadi makmum di shaff terdepan. Shalat wajib ia
laksanakan dengan ruku’ dan sujud yang sempurna. Setelah shalat tak lupa ia
memuji nama Tuhannya dan memanjatkan doa untuk dirinya, ibu, ayahnya dan untuk
ummat Muhammad saw yang sedang berjihad fii sabilillah.
Sebelum menuju kelas untuk kuliah, lelaki
TAK SEPERTI JANJI MATAHARI
Empat tahun telah berlalu. Aku
harus kembali ke kota
kelahiranku. Janjiku pada Ayah dan Ibu sudah kutepati, bahwa aku akan
menyelesaikan SMU-ku di Yogya dengan hasil gemilang, bukan
seperti saat SLTP dulu. Berbagai macam pelanggaran kulakukan, saat itu,
membuatku terpaksa diungsikan ke kota
Mbakyu Nina, demi
masa depanku, demikian kata mereka. Sebenarnya, itu tak perlu, sebab aku sudah
menyadari segala kesalahanku, tapi bersiap untuk memperbaikinya, namun
Pudarnya Pesona Cleopatra
Dengan panjang lebar ibu
menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah
dijodohkan dengan Raihana yang tak
pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib
ibu waktu nyantri di pesantren
Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.
“Kami pernah berjanji, jika
dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh
tali persaudaraan. Karena itu ibu
mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit
berhari-hari,
Muhammad Nafis al-Banjari ulama sufi penyebar islam dari banjar
Dalam deretan ulama Banjar, nama Muhammad Nafis al-Banjari
tak kalah masyhur dibanding Muhammad Arsyad al-Banjari. Kalau Muhammad
Arsyad dikenal sebagai ahli syariat, maka Muhammad Nafis dikenal sebagai
pakar ilmu kalam dan tasawuf. Dengan keilmuannya, ia berhasil
menorehkan prestasi sebagai salah seorang ulama terkemuka Nusantara.
Dialah pengarang “Durr Al-Nafis”, kitab berbahasa
Jawi yang
Bagus Creative
Arsip
-
▼
2010
(91)
-
▼
Oktober
(32)
- teks sumpah pemuda
- dari mata turun ke hati
- TAK SEPERTI JANJI MATAHARI
- Pudarnya Pesona Cleopatra
- Maulid Al Habdyi Darul ma`rifat kotabaru kal-sel
- Muhammad Nafis al-Banjari ulama sufi penyebar isla...
- Waspada Penyakit Musim Pancaroba
- pelepasan Calon Jemaah Haji Kabubaten Kotabaru
- Ketahuilah Penyebab Sakit Kepala
- JetPlane...- band indie bangarmasin
- Armada live konser tanah bumbu
- predikat band banua sebagai finalis regional A Mi...
- profil Yona BAnd (band banua)
- kandungan Surah Al-Fatihah
- potret studio sederhana
- silaturrahim dan aktivis radio bagusfm kotabaru
- program acara radio bagus fm
- struktur radio bagus dan sketsa program
- rekomendasi
- headline
- takkan menyerah
- Video Gadis Yang Mengeluarkan Air Mata Kristal di ...
- Terlalu Aktif di FB Bisa Bikin Teman Kabur
- Khasiat buah sirsak
- potret kotabaru tepi laut
- 10 (Sepuluh) Adab dalam Masalah Buang Hajat
- Melafazkan Niat Saat Akan Shalat
- flash back SINTESA {salah satu personilnya dari ko...
- forum komunikasi kerukunan masyarakat saija`an
- koleksi fhoto band lokal kotabaru
- air mata wanita
- ADAB MEMEBACA ALQUR'AN
-
▼
Oktober
(32)